KABUPATEN LIMAPULUH KOTA — Kondisi Makam Pahlawan Kabupaten Limapuluh Kota di Lurah Kincia, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, kian memprihatinkan. Infrastruktur penunjang makam yang menjadi saksi sejarah Peristiwa Situjuah 15 Januari 1949 itu, kini rusak parah dan membutuhkan rehabilitasi total.
Jalan masuk dan keluar makam yang terbuat dari beton tampak keropos, berlumut, dan bergelombang. Pagar serta tangga menuju area makam juga banyak yang copot dan amblas. Bahkan, pagar cungkup bangunan utama ambruk usai diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.
Tokoh masyarakat Nagari Situjuah Batua, Darussalim Datuak Paduko Sindo, mendesak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota segera mengalokasikan anggaran untuk perawatan.
“Kita berharap Pemkab mengalokasikan anggaran mengingat makam ini sudah lama menjadi aset pemerintah daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, DPRD Kabupaten Limapuluh Kota turut menyoroti kecilnya anggaran perawatan makam pahlawan dalam Rancangan APBD 2026. Fraksi Golkar menilai alokasi sebesar Rp30 juta per tahun tidak sesuai amanat Permensos 23 Tahun 2014.
Anggota Fraksi Golkar M. Fajar Rillah Vesky menegaskan bahwa alokasi tersebut terlalu kecil bila dibandingkan nilai sejarah dan pengorbanan para pahlawan.
“Sejak dihibahkan, belum pernah pemerintah daerah melakukan renovasi signifikan, termasuk jalan masuk menuju makam Lurah Kincia yang dibangun pada era Mayjen Ismed Yuzairi tahun 1990-an,” jelas Fajar.
Selain Makam Pahlawan Lurah Kincia, makam pahlawan di Situjuah Gadang juga telah dihibahkan pemerintah nagari setempat. Namun, anggaran perbaikan yang dialokasikan lewat Perubahan APBD 2025 hanya sebesar Rp20 juta.
Menurut Fajar, penambahan anggaran sangat mendesak sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai patriotisme para pejuang.
“Tanpa pengorbanan para pahlawan, daerah ini tidak akan menikmati pembangunan sebagaimana dalam RAPBD 2026,” katanya.
Meski belum merespons secara detail, Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang memastikan pemerintah daerah bersama DPRD akan melakukan penyesuaian terhadap RAPBD 2026. Kepastian itu disampaikan saat menjawab pandangan umum Fraksi Golkar pada Senin (6/10/2025).
Sebelumnya, Bupati Safni bersama Kepala Dinas Sosial Indra Suryani, Kadis PU Nono Syukri, Wakil Ketua DPRD HM Fadhil Abrar, dan Fajar Rillah Vesky telah bertemu Menteri Sosial Syaifullah Yusuf serta Dirjen Dayasos. Selain mengajukan proposal pembangunan Sekolah Rakyat di Sungai Kamuyang, Pemkab juga mengusulkan rehabilitasi Makam Pahlawan Situjuah Batua.
Masyarakat berharap perhatian serius pemerintah agar makam pahlawan yang menyimpan sejarah besar Peristiwa Situjuah itu kembali layak, terawat, dan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi masa depan.





