spot_img
spot_img
BerandaBERITAKinerja Mahyeldi Disorot Positif: Rasio Elektrifikasi Hampir Sempurna, EBT Melonjak Tajam

Kinerja Mahyeldi Disorot Positif: Rasio Elektrifikasi Hampir Sempurna, EBT Melonjak Tajam

Situjuh Gadang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy terus mengejar realisasi Program Unggulan “Sumbar Sejahtera dan Berkeadilan” menjelang akhir masa jabatan. Salah satu capaian strategis yang mendapat perhatian nasional adalah meningkatnya rasio elektrifikasi hingga hampir merata di seluruh nagari.

Mahyeldi menyebutkan, rasio elektrifikasi Sumatera Barat kini mencapai 99,9 persen, menandakan hampir seluruh nagari telah teraliri listrik. Termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang pada Juni 2024 telah mencapai rasio 99,77 persen.

Pemprov Sumbar bersama PLN tengah menyiapkan program “Mentawai Terang”, yang direncanakan mulai pada akhir 2024 atau awal 2025 melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan terealisasinya program ini, Sumbar menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen.

Menurut Mahyeldi, Mentawai menjadi satu-satunya daerah berstatus 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) di Sumbar. Selama ini pasokan listrik Mentawai bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sehingga distribusinya terbatas dan tergantung pasokan BBM.

PLN bersama calon investor telah menyiapkan pembangunan beberapa unit PLTS untuk menambah pasokan. “Setelah PLTS beroperasi, kebutuhan listrik masyarakat Mentawai diharapkan terpenuhi sepenuhnya,” kata Mahyeldi.

Selain memperluas elektrifikasi, Pemprov Sumbar juga mengusulkan program khusus konversi minyak tanah ke gas LPG bagi masyarakat Mentawai. Usulan ini diajukan ke pemerintah pusat karena hingga kini warga Mentawai belum pernah tersentuh program konversi tersebut.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus, menjelaskan bahwa pihaknya terus menggenjot akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Pada 2021, sebanyak 1.200 kepala keluarga menerima bantuan instalasi listrik gratis. Pada 2022, bantuan serupa diberikan kepada 1.198 kepala keluarga.

Dalam empat tahun terakhir, Dinas ESDM juga membangun Solar Home System (SHS), PLTS, serta revitalisasi PLTMH di beberapa kabupaten, untuk menjangkau warga di daerah terpencil. Pada 2023, PLTS irigasi juga dipasang di Sawahlunto dan Tanah Datar, mengairi sekitar 30 ribu hektare lahan pertanian sehingga produktivitas petani meningkat dari satu kali panen menjadi tiga kali per tahun.

Sumbar juga mencatat prestasi nasional. Pada 2022, provinsi ini meraih predikat terbaik kedua dalam implementasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Tahun 2023, Sumbar kembali dianugerahi penghargaan sebagai daerah inovasi terbaik dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Porsi EBT Sumbar hingga akhir 2023 mencapai 26,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 14,9 persen. Capaian ini menjadi bukti komitmen kuat Sumbar dalam pengembangan energi hijau.

BERITA TERBARU

Iklan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

DUKCAPIL

Related News